Mental bangsa Indonesia kembali diuji dengan aksi terorisme. Aksi ini memang bukan yang pertama kali kejadian di Indonesia. Kita bisa menyebut begitu banyak aksi terorisme, misalnya saja yang paling terkenal seperti Tragedi Bom Bali I dan II yang banyak disorot oleh media-media internasional.

Selain itu, tragedi Bom Sarinah yang terjadi di awal tahun 2016. Kesemuanya ini dilakukan oleh organisasi teroris yang masih berkaitan satu sama lain.

Ya... Sebagai manusia, saya yakin semua orang akan merasa khawatir dengan adanya rentetan aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh para teroris ini. Ini sungguh manusiawi. Tapi ada hal yang penting yang ingin saya katakan di sini, yaitu RASA TAKUT ANDALAH YANG MEREKA INGINKAN!

Ada alasan mengapa mereka disebut teroris. Jelas kita tahu bahwa asal kata "teroris" adalah "teror" dan ini berhubungan dengan tujuan mereka. Yaitu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat atau dipersingkat dengan kata "meneror".

Mereka ingin masyarakat menjadi takut dan bahkan meragukan kemampuan pemerintahnya untuk menangani mereka. Semakin banyak orang yang mengatakan:

Wah, ini menakutkan! Bagaimana nasib kita? Apa negara kita sanggup mengatasi mereka? Mereka kan sudah terorganisir?

maka semakin mereka senang karena tujuan mereka tercapai.

Lantas, bagaimana langkah yang harus kita lakukan? Apa iya kita harus mengabaikan semuanya itu? Mengabaikan aksi mereka? Gak mungkin dong! Mereka nyeremin banget!

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah hentikan ketakutan kamu! Seperti yang saya bilang, mereka senang bila orang-orang menjadi resah atas aksi mereka. Maka dari itu, bila masyarakat tidak terpengaruh dengan tindakan mereka, artinya kita berhasil dan mereka gagal. Kita berhasil menggagalkan aksi mereka.

Sebenarnya, di sinilah letak positif Indonesia. Masyarakat Indonesia bisa dibilang sangat sulit diteror. Mengapa? Coba ingat Tragedi Bom Thamrin 2016. Coba ingat apa yang terjadi saat itu?

Orang-orang bukannya lari dan menyelamatkan diri serta menjauhi sumber ledakan, malah lari-lari mendekati sumber bom. Bahkan meng-story-kannya di medsos mereka. Di medsos lebih aneh lagi. Yang jadi trending topik malah tukang bakso.

Kalau kita membandingkan dengan kejadian di Nice, Prancis, tentu hal ini tak terbandingkan. Karena sungguh beda respon warganya. Jadi, bisa dibilang warga Indonesia lebih berani (Nekat) dibanding orang Prancis.

Langkah kedua, stop mengirim foto korban bahkan video luka korban atau hal-hal yang berbau pengeboman di medsos. Mengapa demikian? Karena itu sama saja dengan menyebarluaskan rasa takut. Mereka akan sangat bangga bila hasil kebrutalan mereka semakin tersebar luas. Jadi, jadilah netizen yang bijak. Karena ke mana jempol kamu bergerak, itu sangatlah berpengaruh.

Ketiga, tetap sebarkan ajaran cinta kasih! Ini bukanlah hal yang sepele. Satu-satunya senjata terampuh untuk melawan rasa benci adalah rasa kasih itu sendiri. Langkah yang seharusnya kita lakukan adalah berhenti mengutuki mereka dan mulailah mendoakan mereka. Karena bagaimanapun, mereka tetaplah manusia yang misguided.

Jadi, intinya adalah jangan mau dikalahkan oleh teror mereka! Sebab bangsa ini, negara ini, lebih besar dari mereka. Bersatulah dan jangan terpecah belah. Ingat! harimau pun akan takut bila mangsanya bersatu dan melawan balik dia.

Maka dari itu kita harus bersatu dan KITA TAK BOLEH KALAH!

 

Agung Maulana Surbakti Photo

Ora et Labora

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.