Wanita dijajah pria sejak dulu.

Lagu yang dinyanyikan oleh Yuni Shara ini cukup menggambarkan betapa kesetaraan gender memang harus diperjuangkan oleh para perempuan di indonesia. Maka, mengedukasi diri dan sekitar adalah langkah awalnya. Berikut ini adalah tiga pernyataan yang kerap dilontarkan, yang sebenarnya sangat merendahkan martabat perempuan! Mari perhatikan, kira-kira selama ini kita kerap begitu tidak ya?

1. Katanya, perempuan adalah makhluk yang lemah. yakin lemah?

Hei! Perempuan Bukanlah Makhluk Lemah, Baperan & Selalu Benar Kokhttp://www.betterworking.com

Logikanya, jika perempuan adalah makhluk lemah, bagaimana mungkin manusia menjadi penguasa tunggal di bumi sampai hari ini?

Bukankah semua itu juga berkat dari kaum perempuan yang sanggup mewariskan sekaligus mendidik di setiap generasinya? Bukankah itu artinya perempuan merupakan makhluk yang kuat? Sehingga sanggup bertahan mengandung selama sembilan bulan kemudian mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan?

Jadi, jika masih ada yang mengatakan bahwa perempuan adalah makhluk yang lemah, mungkin dia dilahirkan melalui batu atau tiba-tiba saja muncul dari dalam tanah!

Jangan membuat pernyataan yang tidak logis ya!

2. Perempuan selalu bawa perasaan alias baperan! Bukannya sama saja?

Hei! Perempuan Bukanlah Makhluk Lemah, Baperan & Selalu Benar Kokhttps://fthmb.tqn.com

Baper adalah istilah gaul untuk menyebut orang yang cenderung sensitif dan mudah tersinggung dalam merespon sesuatu hal. Umumnya, perempuan lebih dikenal sebagai pihak yang cenderung baper dalam berinteraksi. Padahal siapa saja bisa baper lho. Perhatikan deh!

Di chat "Hai" saja baper, dikasih senyum saja sudah baper. Nah, artinya kalau laki-laki saja bisa baper saat diperlakukan semanis itu oleh perempuan, artinya sama saja, kan? Siapapun bisa baper, kan?

Dalam kehidupan sosial kita saat ini, tidak selalu laki-laki adalah pihak paling rasional dan perempuan yang selalu baper lho. Reaksi setiap orang itu sama. Apapun gendernya, apapun posisi jabatannya, semua bisa terbawa perasaan untuk jatuh cinta, benci, sedih, heran dan kegembiraan.

Jadi semua rasa adalah normal karena kita sama-sama manusia, kan? Jadi, baper bisa dialami oleh siapapun, kan?

Menuduh satu gender dengan stereotip tertentu telah menjadikanmu sebagai pihak yang diskriminatif lho!

3. Perempuan memang selalu benar. Hei, benarkah?

Hei! Perempuan Bukanlah Makhluk Lemah, Baperan & Selalu Benar Kokhttps://www.all4health.co

Awalnya, anggapan bahwa "/perempuan selalu benar" berawal dari hubungan dua insan yang terlibat dalam proyek mengimplementasikan cinta dalam kesehariannya, alias berpacaran!

Nah, ada sebuah cerita saat si pihak laki-laki mengungkit masa lalu, maka biasanya perempuan akan dibenarkan untuk marah!

Sementara kalau perempuan yang mengungkit masa lalu, laki-laki diminta untuk pengertian. Nah, apakah perempuan dibolehkah bersikap demikian? Selalu benar dan dibiarkan melakukan pembenaran?

Logika berpikirnya memang harus diubah sejak dini ya. Bahwa benar atau salah itu bukanlah persoalan gendernya. Melainkan persoalan atas perbuatan yang dilakukannya. Jadi, baik perempuan ataupun laki-laki, siapapun bisa berbuat benar juga bisa berbuat salah.

Jika dalam suatu hubungan ada anggapan bahwa perempuan selalu benar, hingga kemudian dibenarkan dalam melakukan suatu tindakan, duh, mulailah untuk memperbaiki pikiran tersebut sesegera mungkin ya! Baik oleh si pihak perempuan maupun laki-lakinya.

Ingatlah, kunci hubungan yang sehat dan benar adalah mengakui adanya kesetaraan!

Jadi, daripada membenarkan anggapan bahwa perempuan selalu benar, bukankah lebih baik saling menyempurnakan kebenaran secara bersamaan?

ARA

I work in progress but its okay

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.